KalamAbah Guru Sekumpul : Manusia ini jadi Wali Allah Ta'ala ada beberapa golongan, yaitu : 1. Ada yang tahu bahwa dirinya Wali dan orangpun tahu bahwa beliau adalah seorang Wali. Maka ini disebut Wali Masyhur. 2. Ada yang tahu bahwa dirinya Wali tetapi orang lain tidak tahu bahwa beliau adalah seorang Wali. REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 ulama karismatik asal Martapura, Kiai Haji Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau biasa masyarakat sekitar memanggil Abah Guru Sekumpul di Kelurahan Sekumpul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Ahad (24/3). Haul Abah Guru Sekumpul dilaksanakan di Mushala Ar-Raudhah. ad_1] loading Menurut kalender Islamic Global, Jumat (4/3/2022) atau besok Kamis malam kita akan memasuki Syaban, bulan ke-8 kalender Hijriyah. Syaban disebut bulannya Rasulullah SAW karena Beliau banyak berpuasa di bulan itu sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.Berikut pesan Abah Guru Sekumpul (1942-2005) tentang keutamaan Syaban. Ulama kharismatik bernama KH Muhammad Zaini Abdul Ghani Al GuruSalman Jalil : "Aku Menemukan Sosok Murobbi Mursyid Pada Diri Abah Guru Sekumpul". Kisah Ulama Sepuh Martapura Yang Berguru Kepada Muridnya. Guru Salman Jalil adalah ulama sepuh kota Martapura. Kelahirandan keluarga. Guru Sekumpul dilahirkan pada malam Rabu 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 Hijriyah) di desa Dalam Pagar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar dari pasangan suami-istri Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dengan Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin. Kegiatanini juga digagas oleh Habib Azhar dalam rangka salah satu momentum kegiatan keagamaan yang bertepatan dengan Haul Abah Guru Sekumpul ke 16 sekaligus Peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW dengan beberapa rangkaian susunan acara yang di laksanakan seperti pembacaan kalam ilahi hadist mi'raj, dzikir, tahlil dan penyampaian e4yS. Ustaz Miftah el-BanjaryPakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'anSalah satu amalan Abah Guru Sekumpul Kiyai Zaini Abdul Ghani Al-Banjari adalah membaca salawat Nabi lebih dari 30 ribu kali dan mengkhatamkan Dalail Khairat setiap harinya. Semasa hidupnya Abah Guru Sekumpul ini selalu ingin mencapai derajat kedekatan dengan Rasulullah SAW , sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Nabi SAW bersabdaุฃูƒุซุฑู‡ู… ุนู„ูŠ ุตู„ุงุฉ ูƒุงู† ุฃู‚ุฑุจู‡ู… ู…ู†ูŠ ู…ู†ุฒู„ุฉ"Mereka yang memperbanyak bersalawat kepadaku, sesungguhnya merekalah orang yang paling dekat derajat kedudukannya denganku." HR. BaihaqiHidup Abah Guru Sekumpul juga sangat ikhlas dalam mengajar dan menjadikan dirinya untuk melayani umat. Bahkan, dalam keadaan sakitnya pun beliau masih tetap mengajar, meski beliau harus terbaring di atas kasurnya. Hal ini sesuai dengan nilai keikhlasan apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits QudsiุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ- ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู- ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ยป ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽู‰ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููŠู‹ู‘ุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ุขุฐูŽู†ู’ุชูู‡ู ุจูุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุจูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฑูŽู‘ุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ุนูŽุจู’ุฏููŠ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ู…ูู…ูŽู‘ุง ุงูู’ุชูŽุฑูŽุถู’ุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุนูŽุจู’ุฏููŠ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฑูŽู‘ุจู ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ุจูุงู„ู†ูŽู‘ูˆูŽุงููู„ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูุญูุจูŽู‘ู‡ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูู‡ู ูƒูู†ู’ุชู ุณูŽู…ู’ุนูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูุจู’ุตูุฑู ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฏูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูŠูŽุจู’ุทูุดู ุจูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฑูุฌู’ู„ูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูŠูŽู…ู’ุดููŠ ุจูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽู†ููŠ ู„ูŽุฃูุนู’ุทููŠูŽู†ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุฆูู† ุงุณู’ุชูŽุนูŽุงุฐูŽู†ููŠ ู„ูŽุฃูุนููŠู’ุฐูŽู†ูŽู‡ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠDari Abu Hurairah RA berkata Rasulullah SW bersabda "Sesungguhnya Allah berfirman "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub mendekatkan diri dengan beribadah kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku ber-taqarrub kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk dia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginyaโ€. HR Al-BukhariAbah Guru Sekumpul juga seorang dermawan yang suka bersedekah dan membantu orang-orang yang kesusahan. Ada banyak kisah di kalangan para pecinta beliau, dimana Abah Guru Sekumpul setiap kali cuci darah beberapa kali dalam sebulan, dengan kemurahan hati dan akhlaknya selalu membantu meringankan biaya pengobatan bagi para pasien lainnya yang kebetulan berobat cuci darah di rumah sakit terhitung entah berapa sekian miliar uang yang telah beliau dermakan untuk umat serta perjuangan dakwah melanjutkan risalah Rasulullah SAW. Bentuk kasih sayang dan kelembutan hati Abah Guru Sekumpul terhadap umat, juga beliau tunjukkan dalam doa dan serta mujahadah ibadahnya. Hampir setiap tengah malam, Abah Guru Sekumpul dalam munajatnya mendoakan bagi para anak-anak muridnya agar mereka senantiasa mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat serta keberkahan dalam hidupnya. Maka pantaslah sepeninggal beliau, Allah muliakan dengan jutaan manusia yang kembali hadir mendoakan bagi kebaikan semasa hidupnya. Masih bergelora semangat cinta itu tak lekang oleh zaman dan masa. Hal ini sesuai dengan kebenaran hadits Nabi SAW "Orang-orang yang memiliki kasih sayang, maka dia akan dikasihi Allah yang bersifat Mahakasih-sayang. Sayangilah makhluk di muka bumi, maka niscaya penduduk langit pun akan mengasihi kalian." HR. TurmudziCukuplah kekuatan magnet cinta yang sungguh sangat luar biasa para pencinta Abah Guru Sekumpul yang Allah ingin gerakkan hati-hati para pencintanya untuk datang berbondong-bondong mendoakan beliau. Baik dari orang-orang yang pernah berguru dan berjumpa semasa hidupnya atau yang belum pernah berjumpa secara semasa hidupnya. Dorongan cinta itu pula menunjukkan betapa kebesaran derajat dan maqam yang Allah ingin tunjukkan kepada para hamba-Nya yang beriman di muka bumi-Nya. Semoga kita mampu meneladani akhlak mulia dan kemurahan hati Abah Guru Sekumpul mendapatkan keberkahan dari acara haul tersebut. Aamin Ya Rabb 'Alamin. [Baca Juga Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul dan Rahasia Kewalian Beliau 1]rhs ULAMA yang satu ini sangat kharismatik dan dikagumi banyak orang. Ia adalah sosok Waliyullah asal Kalimantan yang menyatukan syariโ€™at, tarekat dan hakikat dalam dirinya. Meski memiliki karomah, ia selalu berpesan agar jangan tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Ketawadhuan dan kesederhanaannya telah membuatnya mencapai maqom yang tinggi. Ia dikenal dengan julukan Abah Guru Sekumpul. Nama aslinya Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Ijai. Lahir 11 Februari 1942 27 Muharram 1361 H di Kampung Tunggul Irang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan. Ia wafat dalam usia 63 tahun di Martapura pada 10 Agustus 2005. Beberapa nama atau julukan Muhammad Zaini yang populer di masyarakat adalah Qusyairi nama kecil, Guru Sekumpul sebutan yang paling populer, Guru Ijai Guru Izai, Guru Ijai Sekumpul, Tuan Guru, Abah Guru, Kiyai kecil Guru Sekumpul memiliki keistimewaan yakni tak pernah mengalami โ€œmimpi basahโ€ ihtilam. Sejak kecil dididik orangtuanya Haji Abdul Ghani dan Hajjah Masliah binti Haji Mulya dan neneknya bernama Salbiyah. Mereka menanamkan akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid serta belajar membaca Al-Qur'an. Pada usia tujuh tahun ia menimba ilmu di madrasah di Kampung Keraton, Martapura. Sejak usia 10 tahun telah dikaruniai kassyaf hissi, yakni mampu melihat dan mendengar apa-apa yang tersembunyi atau hal-hal ghaib. Pada usia 14 tahun ia dikaruniai futuh pencerahan spiritual saat membaca sebuah tafsir Qurโ€™an. Pada masa remajanya, Guru Sekumpul menghabiskan waktu menimba ilmu hingga ke Pesantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur. Selain itu berguru kepada Syekh Falah di Bogor. Ia juga mendalami syariat dan tarekat kepada Syekh Muhammad Yasin Padang di Mekah, Syekh Hasan Masysyath, Syekh Ismaโ€™il Yamani, Syekh Abdul Qadir al-Baar, Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutby, Allamah Ali Junaidi Berau ibn Jamaluddin ibn Muhammad Arsyad. Atas petunjuk Syekh Ali Junaidi, beliau kemudian belajar kepada Syekh Fadhil Muhammad Guru Gadung. Kepada Guru Gadung ini Guru Ijai belajar tentang ajaran Nur Muhammad. Beliau juga mendapat ijazah Maulid Simthud Durar dari sahabat karibnya, Habib Anis ibn Alwi ibn Ali al-Habsyi dari Solo, Jawa sempat mengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun. Kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, didampingi kyai terkenal yakni Guru Salman Bujang Guru Salman Mulya. Pada 1988 pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol. Sejak itulah kewibawaan dan kharismanya memancar luas dan banyak tamu berdatangan, bahkan dari Malaysia, Singapura dan Brunei. Sebagian datang untuk berguru, sebagian mencari berkahnya, dan sebagian ingin berbaiat Tarekat Samaniyyah. Beberapa tokoh nasional juga pernah mengunjungi Guru Sekumpul di antaranya Amien Rais, Gus Dur, KH AA Gym dan tokoh kecil, Guru Sekumpul sudah memperlihatkan sifat mulia. Penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan ayahnya telah membuatnya berhati lembut, penyayang dan pemurah kepada semua ulama, Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai orang yang lembut, kasih sayang, sabar, dermawan dan tekun. Apapun yang terjadi terhadap dirinya, beliau tak pernah mengeluh. Bahkan pernah beliau dipukuli oleh orang-orang yang dengki kepadanya, namun beliau tidak mengeluh atau menaruh dendam sama sekali. Beliau juga mengajarkan agar orang senantiasa mencintai dan hormat kepada ulama yang baik dan saleh. Tak heran apabila saat pengajian, tidak kurang dari orang datang ke pengajiannya dan selalu diberi jamuan makan. Kedermawanan Guru Sekumpul ini tampak bukan hanya kepada lingkungan sekitar, tetapi juga ke setiap tempat yang disinggahinya. Salah satu pesannya adalah โ€œjangan bakhilโ€ karena itu adalah sifat tercela. Salah satu keunikannya dalam berdakwah adalah perhatiannya kepada kesehatan umat. Pada waktu tertentu beliau mendatangkan dokter spesialis jantung, ginjal, paru, mata, dan sebagainya untuk memberikan penyuluhan kesehatan sebelum pengajian dimulai. Beberapa kisah karomahnya di antaranya saat masih di Kampung Keraton, Guru Sekumpul biasanya duduk dengan beberapa orang sambil bercerita tentang orang-orang terdahulu untuk mengambil pelajaran dari kisah itu. Suatu saat beliau bercerita tentang buah rambutan, yang saat itu belum musimnya. Tiba-tiba beliau mengacungkan tangannya ke belakang, seolah-olah mengambil sesuatu, dan mendadak di tangan beliau sudah memegang buah rambutan matang, yang kemudian beliau makan. Beliau juga bisa memperbanyak makanan setelah makan sepiring sampai habis, tiba-tiba makanan di piring itu penuh lagi, seakan-akan tak dimakan olehnya. Kisah lain, suatu ketika terjadi musim kemarau panjang, dan sumur-sumur mengering. Masyarakat pun meminta Guru Ijai agar berdoa meminta hujan. Beliau lalu mendekati sebatang pohon pisang, menggoyang-goyangkan pohon itu dan tak lama kemudian hujan pun turun. Beliau juga dikenal bisa menyembuhkan banyak orang dengan kekuatan spiritualnya. Kelebihan lain yang dimiliki Guru Sekumpul adalah hafal Al-Qurโ€™an sejak berusia 7 tahun. Kemudian hafal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun. Dalam usia kurang lebih 10 tahun, sudah mendapat khususiat anugerah berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa yang ada di dalam atau yang terdinding. Pada usia 9 tahun pas malam Jumat, Guru Sekumpul pernah bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis โ€œSapinah al-Auliyaโ€. Beliau ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Pada malam Jumโ€™at berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa. Pada malam Jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini ia dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang Syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang Guru Sekumpul merantau ke Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi gurunya adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi sebagian karomah Abah Guru Sekumpul diambil dari Manakib Risalah Riwayat KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni Albanjari yang disusun Guru H Muhammad Hudhari. Guru Hudhari menceritakan bahwa Abah Guru Sekumpul sewaktu kecil pernah bermimpi bertemu Sayidina Hasan dan Sayidina Husin, cucunya Rasulullah SAW yang keduanya membawakan pakaian jubah dan memasangkan kepadanya lengkap dengan surban. Kemudian keduanya memberikan nama Zainal Abidin. Setelah bangun, beliau menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Kemudian ayahnya menganti nama beliau yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini. Kisah lain, suatu hari Abah Guru Sekumpul berburu burung. Ketika sampai di Padang Karang ia mendengar suara dzikir โ€œLaa ilaha illallahโ€. Spontan ia pun berjalan naik ke Kampung Karang Tengah mencari asal suara itu. Ternyata dzikir itu berasal dari makom tuan Guru Haji Abdullah Khotib. Beliau langsung berjiarah dan setiap tengah malam bulan terang Guru Sekumpul melakukan ziarah ke makam akhir hayat Guru Ijai โ€“julukan lain Guru Sekumpul- sebelum meninggal dunia, sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Namun, pada Selasa malam beliau pulang dan tiba di Banjarmasin. Keesokannya, Rabu 10 Agustus 2005, pukul waktu setempat, beliau berpulang ke Rahmat Allah. Ribuan orang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazah beliau hingga ke pemakaman. Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al hidupnya, Guru Sekumpul pernah berpesan tentang karomah. Dia mengatakan, jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Sebab, karomah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karomah tapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan beberapa kitab yang pernah ditulisnya antara lain Risalah Mubarakah; Manaqib as-Syaikh as-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim al-Qadiri al-Hasani as-Saman al-Madani; Risalah Nuraniyah fi Syarhit Tawassualtis Sammaniyah; dan Nubdzatun fi Manaqib al-Imam al-Masyhur bil-Ustadz al-Aโ€™zham Muhammad bin Ali Baโ€™ Sekumpul dikaruniai dua putra dari istri keduanya, Hajjah Laila, yakni Muhammad Amin Badali al-Banjari dan Ahmad Hafi Badali Wikipedia[2] Aswajaonlinerhs Syekh Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul, berikut adalah kalam hikmah dari Guru Sekumpul1. Hidup di akhir zaman ini, jalan menuju Allah Swt yang paling selamat ialah dengan memperbanyak Aku dijalankan guruku dijalan sholawat, maka aku juga menjalankan muridku di jalan sholawat memperbanyak baca sholawat.3. Perbanyaklah ibadah Sebelum menikah, supaya keturunan kita hidupnya Kalau dari baligh sampai tua yang diurusnya hanya dunia, maka jahannam sudah menunggu di akhirat, hendaknya orang memikirkan dunia Khusus dari jam 2 malam hingga subuh, adalah majlis orang Sholeh, bangunlah walau sebentar supaya mendapatkan madad mereka, karena pada jam itu semua Auliya' bangun mendoakan muslimin dan Jika tidak penting jangan keluar rumah, jangan kumpul - kumpul yang tidak bermanfaat. Perbanyaklah membaca sholawat, membaca Alquran, jaga hati dari sifat merasa hebat, merasa memiliki, merasa suci, ingat-ingat akan mati harta diwarisi keluarga, jasad diwarisi cacing, ilmu kembali pada sang maha pencipta hanya dosa yang kita bawa maka syafaat Rasulullah Saw yang kita dambakan. 7. Timbulnya keramat dan sampainya seseorang kepada derajat wali karena Istiqomah mengamalkan sunnah Rasulullah sekecil dan seringan apapun dalam Sunnah disitu ada Sir rahasia,hikmah di Jalan paling cepat washil sampai,mencapai makrifat kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw adalah menyebanngkan Rasulullah Saw dan 2 hal yg utama Yang dapat menyenangkan Rasulullah SAW;~ Hadir di majlis ilmu dan mengamalkan ilmu.~ Memuji, mencintai dan menyayangi Rasulullah SAW termasuk ahlul bait keturunan Rasulullah Saw, ulama dan Tiada jalan untuk selamat di akhir zaman ini melainkan mendekati Ulama atau wali, baik yg masih hidup maupun sudah wafat. Maksud mendekati dan mengambil berkah yaitu mencintai, membantu, bersilaturrahim, hadir di majlisnya, mengamalkan segala ilmu, wiridan dan nasehat mereka, ziarah ke kubur mereka apabila sudah Menutup aurat wajib hukumnya dan menutupi kemuliaan diri lebih wajib hukumnya. Biasa-biasa sajalah jadi orang usahakanlah dirimu ada di hati wali, karena hati wali selalu dipandang Allah dengan hujanan rahmat-Nya. Jika kamu ada dihati mereka maka kamu pun mendapat hujanan Diantara obat penerang hati adalah 1 - Baik sangka kepada Allah. 2 - Baik sangka kepada Rasulullah SAW. 3 - Baik sangka kepada Auliya' Allah. 4 - Baik sangka kepada orang islam. 5 - selalu bersyukur dengan apa yang Tanda orang yang cinta adalah yang didengarnya cuma ucapan kekasihnya, yang disebut cuma nama Ibadah orang yang mengenal Allah Swt adalah cuma mendzohirkan Mahabbah kepada Allah saja, bukan karena mengharap surga atau takut masuk Supaya di cintai Aulia yaitu sering sering kirim Fatihah kepada Barang siapa mencintai orang Sholeh dan membesarkannya, maka Allah Swt akan memberikan keturunan yang Supaya hidup penuh barokah Sayangilah dan cintai para Aulia Allah aku selalu berada di dalah ruh pecintaku, apabila ada rasa rindu di hati kalian berarti aku maujud sudah di batin kerinduan Bacaan guru sekumpul ketika meminum obat Bismillahirrahm anirrahim nawaitussyifa' bibarokatil Musthofa shollallohu 'alaihi orang yang paling celaka itu senang mendapat pujian orang lain, Padahal sifat yang dipuji orang itu tidak ada Mensyukuri ilmu yang ada, menyukuri amal dengan ikhlas, menyukuri ikhlas dengan Sakaratul maut itu mudah, bagi orang yang rajin membaca Supaya jasad tidak hancur di dalam kubur, adalah mencintai Auliya' dengan cara sering membaca riwayat Supaya mati husnul khotimah, adalah jangan sekali-kali, kita melihat kekurangan dan keburukan orang Apapun pekerjaannya jadi Pns, pedagang, pengajar, buruh atau guru, usahakanlah seminggu sekali duduk majelis ilmu, berkumpul dengan para ulama' dan para Habaib untuk menuntut ilmu Agama, karena inilah jalan yang paling diridhoi Allah kita tidak bisa berkawan selama masih memandang dosa kawan kita. Oleh sebab itu pandanglah diri dahulu, sebelum memandang diri orang Orang yang beriman, ketika terkena musibah menganggap, itulah hari raya baginya, karena dosanya dibersihkan oleh Allah Jika kita kehilangan Sesuatu, itu tandanya Allah Swt, menghilangkan yang tidak baik untuk kita. Shere dari berbagai sumber. ๏ปฟloading...Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai sosok ulama yang alim asal Kalimantan Selatan. Foto/dok IG berkatguru_sekumpul Kiyai Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari dikenal dengan Abah Guru Sekumpul wafat 2005 adalah ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan. Beliau sosok ulama yang 'alim dengan pengikut sangat Kalam Abah Guru Sekumpul tentang ilmu yang patut kita jadikan iktibar, dilansir dari kanal IG berkatguru_sekumpul, Jumat 10/12/2021. Terlebih bagi yang sedang mencari ilmu dan membersihkan hati. Berikut Kalamnya"Setiap detik itu ada nafahatullah, cara menunggu nafahatullah yaitu menuntut ilmu dan beramal. Mensyukuri ilmu dengan mengamalkannya, mensyukuri amal dengan ikhlas, mensyukuri ikhlas dengan istiqomah."Apabila seseorang menjauhi 4 perkara ini, maka Allah akan membukakan kepadanya ilmu1. Jangan banyak omong2. Kurangi tidur3. Kurangi makan4. Kurangi Allah diisi oleh Allah Yang Maha Alim dengan llmu-Nya. Ilmu itu sudah ada di dalam hati kita, jika kita mau menyucikan membersihkan hati, maka ilmu itu akan terbuka."Mempelajari ilmu itu ibadah, mengulang-ulang ilmu itu zikir, mengajarkan ilmu itu sodaqoh, menuntut ilmu itu jihad."Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam "Barangsiapa bersalaman dengan orang alim maka seakan-akan dia bersalaman denganku, barangsiapa duduk dengan orang alim maka seakan-akan dia duduk denganku."Apabila seseorang keluar untuk mengajarkan ilmu dengan izin khosh maka kalam beliau itu Nur cahaya, maka menerangi hati orang yang pekerjaannya jadi PNS, pedagang, pengajar, buruh atau guru usahakanlah kalau bisa seminggu sekali duduk di majlis ilmu berkumpul dengan para ulama' dan para Habaib untuk menuntut ilmu agama karena inilah jalan yang paling diridhoi paling cepat washil sampai, mencapai makrifat kepada Allah dan Rasulullah adalah menyenangkan Rasulullah dan guru. Ada 2 hal yang utama yang dapat menyenangkan Rasulullah, yaitu1. Hadir majlis ilmu dan mengamalkan Memuji, mencintai dan menyayangi Rasulullah termasuk ahlul bait keturunan Rasulullah, ulama dan guru."Adab di majlis ilmu, husnudzon dengan kawan, mengambil barokah dengan kawan. Siapa saja orang yang menuntut ilmu, diberi Allah saja orang yang mengamalkan wirid, diberi Allah kasyaf. Siapa saja orang yang berkhidmad melayani guru, diberi Allah karomah. Siapa nang mengerjakan ketiganya maka dia dapat ketiganya ilmu dapat, kasyaf dapat, karomah dapat, dengan syarat mengerjakannya itu Ikhlas." Baca Juga rhs Ustaz Miftah el-BanjaryPakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'anHaul Allimul Allamah Quthb Rabbani Kiyai Zaini Abdul Ghani Al-Banjari yang akrab dipanggil Abah Guru Sekumpul dari tahun ke tahun selalu dibanjiri jamaah dan para peziarahnya. Ada lebih jutaan orang yang menghadiri Haul ke-15 kemarin, Ahad 1 Maret 2020 di Kompleks Mushala Ar-Raudhah- Sekumpul Martapura, Kalimantan media yang memuat pemberitaan haul itu memperkirakan sekitar dua hingga empat juta orang datang dari berbagai penjuru daerah, baik lokal maupun dari luar negeri seperti dari Yaman, Madinah al-Munawarah dan Malaysia. Menariknya, setiap tahun semakin marak hadirnya posko-posko gratis yang menawarkan makanan, minuman, dan tempat istirahat secara gratis sepanjang perjalanan yang saja, dari Kalimantan Timur hingga Martapura Kalimantan Selatan saja tidak kurang dari 140 buah posko-posko serta para relawan yang seakan berebut agar makanan dan minumannya dinikmati oleh para pengunjung haul. Jadi, dipastikan para pengunjung tidak akan terlantar kelaparan sekiranya tidak membawa bekal sekalipun. Ada pula, sebagian posko atau dermawan yang membagikan BBM dan pulsa bagi para jamaah secara cuma-cuma. Bahkan, setiap tahun ada saja beberapa fenomena unik, seperti para muhibbin pencinta yang rela berjalan kaki dari luar daerah Kalimantan, baik dari Kalimantan Timur, Tengah atau kota lainnya yang jarak tempuhnya bisa mencapai ratusan kilometer dan harus ditempuh bisa bayangkan betapa macetnya para jama'ah di jalanan yang menghadiri acara menuju puncak haul dan pascahaul tersebut. Pengalaman keluarga besar kami yang menghadiri haul dari kawasan Hulu Sungai dan Tabalong, biasanya mereka memerlukan waktu bertahan satu hingga tiga hari terlebih dahulu untuk bertahan di itu biasa para dilakukan oleh para jamaah demi menunggu lapangnya uraian macet yang memanjang sepanjang ratusan kilometer dari Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Tapin. Hal itu pun kadang mereka masih tetap harus terjebak dalam kemacetan lebih dari 10 jam, bahkan terkadang ada yang terjebak sehari semalam setiap tahun acara perayaan haul yang biasa diselenggarakan pada awal bulan Rajab ini diadakan selama tiga kali haul. Pertama, rangkaian Haul yang diadakan khusus di lingkungan keluarga kerabat terdekat yang biasanya diselenggarakan di rumah kediaman rangkaian Haul di Kubah Abah Guru Sekumpul yang biasanya diadakan pada hari Sabtu, malam Ahad. Ketiga, rangkaian puncak Haul pada hari Ahad, malam Senin yang diadakan di Mushala pemberitaan salah media online lokal menyebutkan bahwa panitia penyelenggara haul menerima sekitar 600 ekor sapi serta puluhan ton daging lainnya dari para penyumbang yang menyumbangkan secara sukarela. Sumbangan itu baru jumlah yang terhitung. Belum lagi banyak sumbangan yang tidak/belum terdata dari para muhsinin yang tidak menyebutkan secara pasti juga sumbangan sukarela yang tak kalah banyaknya dari masyarakat dalam bentuk lain. Seperti puluhan ton beras, rempah-rempah, kayu bakar dan material lainnya yang tidak bisa terhitung secara kemasyhuran kewalian Abah Guru Sekumpul semasa hidup beliau dikenal memiliki semangat ibadah, semangat ilmu dan mujahadah yang sangat luar biasa menghidupkan kembali sunnah-sunnah Rasulullah SAW . Beliau dikenal sebagai seorang ahli tasawuf yang alim, wara' sekaligus seorang sufi yang abid ahli ibadah semenjak masa satu amalan beliau adalah membaca Salawat Nabi lebih dari 30 ribu kali serta mengkhatamkan Dalail Khairat setiap harinya. Demikian pembacaan rutin Maulid Simthud Durar dan Qasidah al-Burdah Imam Busyiri pun dibaca di Majelis ar-Raudhah dalam setiap pekan semasa hidup beliau hingga tetap terus dilanjutkan hingga hari ini.Bersambung rhs

kalam abah guru sekumpul